Home / Berita / Palasara Teguhkan Diri sebagai Rumah Besar Adat Sulsel–Sulbar

Palasara Teguhkan Diri sebagai Rumah Besar Adat Sulsel–Sulbar

Palasara Teguhkan Diri sebagai Rumah Besar Adat Sulsel–Sulbar

PALASARA.OR.ID // Makassar [Sulsel] == Perhimpunan Agung Lembaga Adat Sulawesi Selatan dan Barat (Palasara) meneguhkan perannya sebagai rumah besar pelestarian adat dan pemajuan kebudayaan melalui perhelatan Malam Milad I dan Pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) yang berlangsung khidmat dan penuh makna di Lotus Hall Lantai 2, Four Points by Sheraton Hotels Makassar.

Acara ini menjadi penanda penting perjalanan satu tahun Palasara, sebuah perjalanan yang dalam tempo singkat telah menunjukkan loncatan konsolidasi kelembagaan adat. Kehadiran Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Dato DR. H. Jufri Rahman, yang juga merupakan Dewan Pakar Palasara, semakin menegaskan posisi Palasara sebagai mitra strategis pemerintah dalam pelestarian adat dan pemajuan kebudayaan.

200 Pengurus DPP Resmi Dilantik
Puncak acara ditandai dengan pelantikan 200 orang Pengurus Dewan Pengurus Pusat Palasara yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Presidium Palasara, Andi Rusdianto Thalib, didampingi oleh Sekretaris Jenderal Palasara, H. Andi Fahri Makkasau Krg Unjung. Prosesi pelantikan berlangsung penuh khidmat, sarat makna, dan menjadi simbol kesiapan organisasi untuk melangkah lebih terstruktur dan berdaya jangkau luas.

Pelantikan ini menandai dimulainya masa kerja DPP Palasara dengan tanggung jawab besar: menjaga marwah adat, memperkuat jaringan lembaga adat, serta menghadirkan Palasara sebagai simpul kebudayaan yang aktif dan solutif di tengah dinamika zaman.
Srikandi dan Satria Palasara Turut Dilantik.

Dalam rangkaian acara yang sama, turut dilantik Organ Palasara, yakni Srikandi Palasara dan Satria Palasara. Srikandi Palasara hadir sebagai wadah perempuan bangsawan dan pemangku nilai adat, sementara Satria Palasara menjadi ruang pembinaan generasi muda bangsawan Sulawesi Selatan dan Barat.

BACA JUGA  Dengan Hadirnya Putra Mahkota Kerajaan Gowa, Pulau Kodingareng Menjadi Simbol Budaya

Pelantikan dua organ ini menegaskan komitmen Palasara bahwa pelestarian adat tidak hanya bertumpu pada para sesepuh, tetapi juga ditopang oleh peran strategis perempuan dan kesinambungan generasi muda dua pilar penting bagi keberlanjutan peradaban adat.

131 Lembaga Adat Hadir, Raja-Raja Mandar Bersatu Soliditas Palasara tercermin dari kehadiran 131 Lembaga Adat dari berbagai wilayah. Dari Tanah Mandar, hadir Raja-raja Mandar dari Kerajaan-Kerajaan Pitu Babanna Binanga, antara lain Balannipa, Sendana, Tappalang, dan Binuang, serta dari Pitu Ulunna Salo, di antaranya Tomakaka Mambi dan Tomakaka Bambang.
Selain itu, lembaga-lembaga adat besar dan bersejarah seperti Gowa, Bone, Luwu, Soppeng, Sidenreng, hingga Selayar turut hadir, memperlihatkan wajah Palasara sebagai ruang perjumpaan lintas kerajaan, lintas wilayah, dan lintas generasi.

Visi Besar Palasara Untuk Indonesia yang Beradab dan Beradat
Ke depan, Palasara mengusung visi besar sebagai rumah besar adat Sulawesi Selatan dan Barat ruang bersama yang menaungi, melindungi, dan menguatkan lembaga adat sebagai fondasi etika sosial bangsa.

Misi Palasara diarahkan pada:
Pelestarian adat dan nilai luhur sebagai penyangga jati diri masyarakat.
Pemajuan kebudayaan berbasis kearifan lokal yang relevan dengan zaman.
Penguatan kelembagaan adat agar mampu berdialog sejajar dengan negara.
Regenerasi nilai melalui perempuan dan generasi muda, khususnya melalui Srikandi dan Satria Palasara.
Kemitraan kebudayaan demi Indonesia yang harmonis, berkeadilan, dan bermartabat.

Dari Sulawesi Selatan dan Barat, Palasara menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia yang kuat adalah Indonesia yang berakar pada adat dan beradab dalam laku hidupnya. Milad I dan Pelantikan DPP ini menjadi tonggak awal untuk melangkah lebih jauh menjaga warisan, merawat nilai, dan menatap masa depan dengan kebijaksanaan adat.

Sebagai penutup rangkaian Milad seluruh undangan berdecak kagum dengan Orasi Budaya oleh Ketua Umum Srikandi Palasara Andi Hikmawati Patta Umba Permaisuri Raja Gowa ke 38, Beliau meneguhkan fikiran tentang peran dan posisi Perempuan Bangsawan sebagai Penjaga Lidah dan Etika Perempuan Bangsawan.

BACA JUGA  Prof Jasmal dan Andi Fahri Berkolaborasi, Keduanya Membawa Warna Baru di Binawasa

#FahriMakkasau
#SekjenPalasara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *